- Management
- BNSP
- Business Training Series
- Communication Training Series
- CSR & Community Development Training Series
- Human Resources Development Training Series
- Leadership Training Series
- Management Training Series
- Marketing & Sales Training Series
- Media Training Series
- Motivation Training Series
- Outbond and Team Building Program
- Public Relations / Humas Training Series
- Secretaries Training Series
- Security Training
- UMKM / Start-Up Business Program
- Functional
- Collection Training Series
- Finance and Accounting Training Series
- Logistics Training Series
- Management Project Training Series
- Manufacturing Training Series
- Microsoft Office Training Series
- Operation and Maintenance
- Pajak Training Series
- Perbankan Training Series
- Perhotelan Training Series
- Procurement & Purchasing Training Series
- Production Training Series
- Technical
- Specialist Areas
- Advertising, Printing, and Media Industry
- Agribusiness Industry
- Analisis Mendalam Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Artificial Intelligence & Data Science
- Automotive Industry
- Computer Services and Other Devices Industry
- Construction Industry
- Consumer Goods Industry
- Diklat / Bimtek Pemerintah
- E-Commerce Industry
- Electronics Industry
- Energy Industry
- Export – Import Training Series
- Financial Industry – Bank
- Financial Industry – Insurance
- Training ISO
- Training MSDM
- Training Lainnya
Training Studi Kasus Implementasi IFRS 9 di Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional beroperasi di banyak negara dengan kompleksitas transaksi keuangan yang tinggi. Mulai dari pengelolaan investasi, aset, hingga eksposur risiko lintas mata uang, semuanya membutuhkan standar akuntansi yang konsisten dan transparan.
Dalam konteks ini, International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 hadir sebagai standar global untuk pelaporan instrumen keuangan. Standar ini menggantikan IAS 39 dengan pendekatan yang lebih modern, transparan, dan berbasis expected credit loss (ECL).
Untuk memahami penerapan IFRS 9 secara menyeluruh, diperlukan training berbasis studi kasus nyata di perusahaan multinasional. Training semacam ini tidak hanya membekali peserta dengan teori, tetapi juga praktik terbaik implementasi standar di lingkungan bisnis global.
Bagi Anda yang ingin memperdalam topik ini, silakan baca artikel pilar 👉 Training Implementasi IFRS 9 dan Standar Akuntansi Keuangan Internasional Terbaru
Mengapa Perusahaan Multinasional Perlu IFRS 9? 🌍💼
Ada beberapa alasan mengapa perusahaan multinasional sangat membutuhkan implementasi IFRS 9:
-
📌 Konsistensi Laporan Global → Dengan IFRS 9, laporan keuangan di berbagai negara bisa selaras dan mudah dibandingkan.
-
📌 Manajemen Risiko Lintas Negara → Standar ini memudahkan dalam mengelola risiko kredit, valuta asing, dan instrumen derivatif.
-
📌 Kepercayaan Investor → Investor global lebih percaya pada laporan yang mengikuti IFRS 9 karena lebih transparan.
-
📌 Kepatuhan Regulasi → IFRS 9 sudah diadopsi dalam PSAK 71 di Indonesia sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
-
📌 Fleksibilitas Strategi Lindung Nilai → IFRS 9 memungkinkan hedge accounting yang lebih relevan dengan strategi perusahaan.
Studi Kasus Implementasi IFRS 9 di Perusahaan Multinasional 📊🏢
1. Kasus di Sektor Perbankan Global 🏦
Sebuah bank multinasional yang beroperasi di 30 negara menghadapi tantangan dalam konsolidasi laporan keuangan. Dengan IFRS 9:
-
Auditor internal mampu melakukan penghitungan ECL untuk portofolio kredit di berbagai negara.
-
Manajemen risiko dapat menilai eksposur kredit di pasar berkembang.
-
Laporan keuangan menjadi lebih transparan dan dipercaya investor internasional.
2. Kasus di Industri Energi 🌍⚡
Sebuah perusahaan energi multinasional menggunakan banyak instrumen derivatif untuk melindungi harga minyak dan gas. Setelah menerapkan IFRS 9:
-
Hedge accounting dapat mencerminkan strategi bisnis dengan lebih akurat.
-
Laba rugi perusahaan lebih stabil karena risiko volatilitas harga lebih terkendali.
3. Kasus di Industri Manufaktur Global 🏭📦
Perusahaan manufaktur dengan basis produksi di Asia dan Eropa menghadapi risiko nilai tukar. IFRS 9 membantu perusahaan:
-
Mencatat instrumen lindung nilai dengan benar.
-
Mengurangi risiko fluktuasi kurs dalam laporan keuangan.
-
Menjaga profitabilitas tetap terjaga meski ada gejolak ekonomi.
Tahapan Implementasi IFRS 9 di Perusahaan Multinasional 🛠️📘
Proses implementasi IFRS 9 membutuhkan perencanaan yang matang. Berikut tahapan umumnya:
-
Assessment Awal
-
Menilai instrumen keuangan yang dimiliki perusahaan.
-
Mengidentifikasi data historis dan kebutuhan proyeksi ekonomi.
-
-
Pengembangan Model ECL
-
Menentukan parameter risiko kredit.
-
Mengembangkan model prediksi sesuai portofolio global.
-
-
Upgrade Infrastruktur IT
-
Mengintegrasikan sistem akuntansi dengan modul IFRS 9.
-
Memastikan kompatibilitas di seluruh negara operasi.
-
-
Pelatihan & Penguatan SDM
-
Mengikuti training IFRS 9 untuk auditor, manajer risiko, dan analis.
-
Melakukan simulasi studi kasus perusahaan nyata.
-
-
Monitoring & Evaluasi
-
Melakukan pengawasan berkelanjutan.
-
Melaporkan perkembangan implementasi kepada regulator.
-
Perbandingan Implementasi IFRS 9 di Perusahaan Lokal vs Multinasional 📑🌍
| Aspek | Perusahaan Lokal 🏠 | Perusahaan Multinasional 🌍 |
|---|---|---|
| Kompleksitas Data | Relatif sederhana | Sangat kompleks lintas negara |
| Risiko Kredit | Fokus domestik | Lintas negara & global |
| Instrumen Keuangan | Terbatas | Lebih beragam (derivatif, hedge) |
| Regulasi | Fokus PSAK lokal | Gabungan IFRS + regulasi lokal |
| SDM & Training | Skala nasional | Skala global, lebih intensif |
Manfaat Training Studi Kasus IFRS 9 bagi Perusahaan Multinasional 🎓📘
Training berbasis studi kasus memberikan banyak keunggulan:
-
✅ Pemahaman Praktis → Peserta mempelajari langsung contoh nyata implementasi IFRS 9.
-
✅ Simulasi Global → Mempelajari risiko kredit dan instrumen keuangan lintas negara.
-
✅ Peningkatan Kapasitas Auditor → Auditor internal siap mengawasi laporan keuangan berbasis IFRS 9.
-
✅ Kolaborasi Lintas Divisi → Training membantu menyatukan tim risiko, keuangan, dan audit.
-
✅ Kepatuhan Global → Perusahaan siap memenuhi tuntutan regulator internasional.
Strategi Efektif Mengikuti Training IFRS 9 📘💡
Agar training lebih maksimal, perusahaan dapat menerapkan strategi berikut:
-
📌 Menentukan tujuan spesifik (misalnya, fokus pada ECL atau hedge accounting).
-
📌 Menggunakan studi kasus industri yang relevan.
-
📌 Mengintegrasikan materi training dengan software akuntansi berbasis IFRS 9.
-
📌 Melibatkan divisi audit, risiko, keuangan, dan IT.
-
📌 Melakukan evaluasi pasca-training untuk implementasi nyata.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) ❓💬
1. Mengapa perusahaan multinasional wajib menerapkan IFRS 9?
Karena IFRS 9 adalah standar internasional yang meningkatkan transparansi dan kredibilitas laporan keuangan lintas negara.
2. Apakah training studi kasus IFRS 9 hanya untuk sektor perbankan?
Tidak. Training ini relevan untuk berbagai sektor seperti energi, manufaktur, teknologi, dan perusahaan multinasional lainnya.
3. Bagaimana hubungan IFRS 9 dengan regulasi di Indonesia?
IFRS 9 telah diadopsi dalam PSAK 71, dan perusahaan wajib mematuhinya sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
4. Apa manfaat utama training berbasis studi kasus?
Peserta lebih mudah memahami implementasi IFRS 9 karena belajar dari kasus nyata, bukan hanya teori.
👉 Ikuti Training Studi Kasus Implementasi IFRS 9 di Perusahaan Multinasional untuk memperkuat kepatuhan internasional, meningkatkan manajemen risiko, dan menjaga reputasi bisnis global Anda 📘✨
