Bimtek Rumah Sakit/Puskesmas

Bimtek Teknik Koding Diagnosis dan Prosedur INA‑CBGs dengan Akurat

Dalam sistem pelayanan kesehatan yang berbasis Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akurasi dalam proses koding diagnosis dan prosedur sangatlah penting. Hal ini berkaitan langsung dengan validitas klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan, serta efektivitas pembiayaan yang dilakukan berdasarkan sistem INA‑CBGs (Indonesian Case-Based Groups).

Masalah umum yang sering terjadi di lapangan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, adalah ketidaksesuaian kode diagnosis dan prosedur dengan dokumentasi medis. Ini sering kali menjadi penyebab klaim ditolak, dikurangi, atau tidak sesuai tarif. Oleh karena itu, pelatihan atau Bimtek Teknik Koding Diagnosis dan Prosedur INA‑CBGs dengan Akurat sangat diperlukan oleh para tenaga coding, staf klaim, bahkan dokter.


Mengapa Koding Diagnosis dan Prosedur Harus Akurat

Salah satu prinsip utama dalam sistem INA‑CBGs adalah penentuan tarif pelayanan berdasarkan kombinasi antara diagnosis utama dan tindakan medis (prosedur) yang dilakukan. Kesalahan kecil dalam koding dapat berdampak besar pada hasil klaim dan finansial rumah sakit.

Dampak Ketidakakuratan Koding:

  • Klaim BPJS ditolak karena ketidaksesuaian diagnosis dan tindakan.

  • Pembayaran tidak optimal, karena kasus dikategorikan dalam grup yang lebih rendah.

  • Audit BPJS atau Kemenkes yang dapat menyebabkan penalti administratif.

  • Citra rumah sakit buruk di mata BPJS sebagai mitra strategis.


Tujuan Pelaksanaan Bimtek Koding Diagnosis dan Prosedur

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman tenaga kesehatan terhadap:

  • Struktur kode diagnosis (ICD‑10) dan prosedur (ICD‑9 CM)

  • Cara membaca dan menafsirkan rekam medis pasien

  • Kesesuaian antara data klinis dengan kode INA‑CBGs

  • Praktik koding yang sesuai regulasi dan standar nasional


Sasaran Peserta Bimtek

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Tenaga coding atau coder di rumah sakit

  • Petugas administrasi klaim BPJS

  • Dokter penanggung jawab pasien (DPJP)

  • Tim rekam medis

  • Kepala unit pelayanan dan manajemen rumah sakit


Komponen Materi dalam Bimtek

Komponen Materi Penjelasan
Pengantar INA‑CBGs Sejarah, regulasi, dan prinsip dasar sistem INA‑CBGs
ICD‑10 untuk Diagnosis Klasifikasi penyakit dan kondisi medis dalam sistem internasional
ICD‑9 CM untuk Prosedur Klasifikasi tindakan dan prosedur medis yang direkam
Korelasi Diagnosis-Prosedur Teknik pemilihan pasangan diagnosis dan prosedur yang sesuai
Pembacaan Dokumen Medis Cara mengekstrak informasi klinis yang tepat dari rekam medis
Studi Kasus & Simulasi Latihan nyata menggunakan data pasien anonim
Audit Koding & Verifikasi Langkah audit internal sebelum klaim dikirim

Dasar Regulasi dan Sumber Resmi

Pelatihan koding ini disusun berdasarkan peraturan dan sumber resmi dari pemerintah, seperti:

  • Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 64 Tahun 2016 tentang Standar Tarif INA‑CBGs

  • Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

  • Pedoman Pengelolaan Klaim INA‑CBGs oleh BPJS Kesehatan

  • Referensi Kementerian Kesehatan RI sebagai sumber kebijakan nasional


Jenis Kode dan Fungsinya dalam Klaim INA‑CBGs

Jenis Kode Fungsi dalam Sistem INA‑CBGs
Kode ICD‑10 Menentukan diagnosis utama dan sekunder pasien
Kode ICD‑9 CM Menentukan tindakan medis atau prosedur klinis
Kode Tarif CBG Menentukan besaran tarif berdasarkan kombinasi diagnosis & prosedur
Kode Severity Level Menunjukkan tingkat keparahan kasus

Langkah Teknis dalam Proses Koding yang Benar

Untuk memastikan akurasi, pelatihan Bimtek mengajarkan langkah sistematis sebagai berikut:

  1. Review Dokumen Medis Lengkap
    Resume medis, hasil lab, radiologi, tindakan operasi, dll.

  2. Identifikasi Diagnosis Utama
    Diagnosis yang paling bertanggung jawab atas perawatan pasien.

  3. Identifikasi Diagnosis Tambahan
    Komorbiditas atau komplikasi yang relevan.

  4. Tentukan Prosedur Utama dan Tambahan
    Semua tindakan medis yang berdampak pada biaya perawatan.

  5. Pilih Kode ICD‑10 dan ICD‑9 CM yang Sesuai
    Gunakan buku atau sistem digital yang terverifikasi.

  6. Kroscek dengan Tarif INA‑CBGs
    Cek kombinasi diagnosis + prosedur → tarif CBG → severity level.

  7. Finalisasi dan Verifikasi Tim Auditor Internal
    Coder dan tim audit memastikan tidak ada inkonsistensi.


Contoh Kasus Nyata

Kasus: Pasien dengan Diagnosis Stroke Non-Hemoragik + Prosedur Fisioterapi

  • Dokumen Medis:

    • Diagnosis: Stroke non-hemoragik (ICD‑10: I63.9)

    • Prosedur: Fisioterapi rehabilitatif (ICD‑9 CM: 93.39)

  • Kombinasi CBG:

    • CBG Code: B0401

    • Severity Level: 2 (karena terdapat komplikasi mobilitas)

    • Tarif: Rp 6.500.000 (simulasi berdasarkan referensi INA‑CBGs 2024)

Masalah Awal:
Dokumen awal tidak mencantumkan komplikasi, sehingga sistem hanya membaca Severity Level 1 (tarif Rp 4.100.000). Setelah pelatihan, coder memahami bahwa diagnosis tambahan dan hasil evaluasi mobilitas harus dicatat untuk mengangkat severity level sesuai kenyataan klinis.


Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Diagnosis ditulis secara umum, tidak spesifik sesuai ICD‑10

  • Tidak mencatat prosedur minor yang berdampak pada severity

  • Salah input kode → klaim masuk ke CBG yang tidak relevan

  • Tidak update dengan versi terbaru buku ICD‑10 dan ICD‑9 CM

  • Tidak melakukan double-check sebelum klaim dikirim


Checklist Praktis Koding Diagnosis dan Prosedur

Berikut checklist yang digunakan dalam pelatihan:

Checklist Sudah / Belum
Dokumen medis lengkap diverifikasi?
Diagnosis utama dan sekunder jelas?
Semua prosedur sudah tercatat?
Kode ICD‑10 & ICD‑9 CM akurat?
Kode CBG sudah sesuai tarif?
Severity level sudah diperiksa?
Ada tanda tangan dan tanggal DPJP?

Keterkaitan dengan Strategi Penanganan Klaim

Teknik koding diagnosis dan prosedur merupakan fondasi utama dalam Bimtek Strategi Penanganan Klaim BPJS Kesehatan Berbasis INA‑CBGs. Tanpa proses koding yang tepat, strategi apapun untuk mengelola klaim akan sia-sia. Maka dari itu, integrasi antara tim medis, tim koding, dan auditor internal sangat ditekankan dalam pelatihan ini.


Manfaat Langsung Setelah Mengikuti Bimtek

  • Menurunkan tingkat klaim ditolak atau dikurangi

  • Meningkatkan akurasi dokumentasi dan validitas medis

  • Meningkatkan nilai klaim dengan severity yang sesuai

  • Mempercepat proses klaim karena dokumen siap audit

  • Meningkatkan koordinasi tim medis dan tim administratif


Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Mengikuti Bimtek

Sebelum mengikuti pelatihan, peserta disarankan untuk:

  • Membawa contoh resume medis nyata (tanpa data identitas pasien)

  • Menyiapkan perangkat seperti laptop & buku ICD‑10/ICD‑9

  • Menyusun daftar masalah yang sering muncul dalam proses koding

  • Memiliki akses sistem INA‑CBGs atau software rumah sakit

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Siapa yang sebaiknya ikut Bimtek Teknik Koding Diagnosis dan Prosedur?
Peserta ideal meliputi tenaga koding (coder), petugas klaim BPJS, petugas rekam medis, dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), serta auditor internal rumah sakit. Semakin komprehensif tim yang mengikuti, semakin efektif implementasi hasil pelatihan.

2. Apakah koding hanya tugas bagian rekam medis atau klaim?
Tidak. Koding yang akurat memerlukan pemahaman klinis dan dokumentasi medis yang baik. Oleh karena itu, peran DPJP sangat krusial untuk memastikan diagnosis dan prosedur yang ditulis bisa diterjemahkan dengan benar oleh coder.

3. Bagaimana jika rumah sakit menggunakan software klaim otomatis?
Meski telah menggunakan software, pemahaman manual tentang ICD‑10 dan ICD‑9 tetap penting. Banyak software hanya bersifat pendukung. Validitas tetap bergantung pada input manusia dan dokumentasi medis yang akurat.

4. Apakah Bimtek ini mengajarkan praktik langsung dengan sistem INA‑CBGs?
Ya. Biasanya peserta akan dilatih menggunakan simulasi atau data dummy dalam sistem INA‑CBGs, sehingga mereka terbiasa dengan alur kerja klaim dari proses awal hingga pencairan.

Tingkatkan kemampuan tim Anda dalam koding diagnosis dan prosedur secara profesional, akurat, dan sesuai standar nasional – daftarkan segera untuk mengikuti Bimtek resmi bersama fasilitator bersertifikat.

author-avatar

Tentang EDUKASINDO

SENTRA MEDIA EDUKASINDO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan di bidang pendidikan dan telekomunikasi. Kami melayani individu yang menjadi bagian dari suatu organisasi, baik sebagai karyawan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia.